Tersangka Perantara Kasus Suap Mesin Pesawat, Bungkam.

_

Soetikno Soedarjo tersangka  kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat  Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C, enggan berkomentar ketika ditanya wartawan usai diperika KPK.  Soetikno diperiksa sebagai saksi kasus suap, dengan tersangka Emirsyah Satar (ESA) .

“Tanyakan saja kepada penyidik. Mohon maaf yah gak bisa jawab, makasih banyak,” ungkapnya saat keluar dari Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Soetikno merupakan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi. Hari ini adalah pemanggilan  yang kedua baginya. Ia diperiksa pertama kali pada 14 Februari lalu.

Pada pemeriksaan yang lalu, Soetikno diperiksa selaku beneficial owner Connaught International Pte Ltd, sebuah perusahaan yang berdomisili di Singapura. Penyidik KPK ingin mendalami relasi Soetikno dengan perusahaan tersebut.

KPK menduga Emirsyah menerima suap dalam bentuk uang dan barang, yaitu dalam mata uang euro sebesar 1,2 juta euro dan USD 180 ribu atau setara dengan Rp 20 miliar. Selain itu, Emirsyah diduga menerima suap dalam bentuk barang dengan total nilai USD 2 juta. Barang-barang terkait dengan dugaan suap itu tersebar di Singapura dan Indonesia.

KPK juga menetapkan Soetikno Soedarjo sebagai tersangka, karena diduga bertindak sebagai perantara suap.

PIhak Rolls-Royce telah menyampaikan permintaan maaf atas pengungkapan kasus korupsi yang melibatkannya. Rolls-Royce  diharuskan membayar denda 671 juta pound sterling atau sekitar Rp 11 triliun, di Inggris.

KPK menyatakan PT Garuda Indonesia tidak terlibat dalam kasus ini karena merupakan perkara individual.

 

Share This: