Titiek Soeharto Setuju Kampanye Pilpres Dihentikan

_

Ketua Dewan Pertimbangan  Partai Berkarya Titiek Soeharto setuju dengan wacana penghentian kampanye di kawasan bencana, Donggala dan Palu, agar pertolongan dan pemulihan terhadap korban berjalan dengan baik.

Titek megatakan hal itu menjawab pertanyaan wartawan,  ketika menghadiri nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail (PPHUI) Kuningan, Jakarta, Minggu (30/9/2018) malam.

“Saya setuju kampanye Pilpres dihentikan. Toh kampanyenya juga masih baru ya. Jadi kita konsentrasi dululah menolong korban, melakukan rehabilitasi, cooling down dulu. Nanti kalau keadaan sudah pulih, kita mulai lagi kampanye,” kata Titiek.

Selain menjadi Ketua Dewan Pembina di Partai Berkarya, Titiek yang baru pindah dari Partai Golkar itu dipercaya untuk maju sebagai calon anggota DPR dari daerah pemilihan Yogyakarta.

Sebelumnya, pada Pileg 2014 lalu, Titiek yang diusung Partai Golkar juga maju dari dapil yang sama dan berhasil lolos ke Senayan.

Wacana penghentian kampanye di Palu dan Donggala disampaikan oleh Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

“Dalam keadaan seperti ini saya berpendapat dan menyarankan agar untuk sementara waktu, paling tidak untuk Sulawesi Tengah, Palu, Donggala dan sekitarnya kegiatan kampanye pemilu dihentikan,” kata SBY dalam pernyataannya, Minggu (30/9).

Sonny Pudjisasono.

Pembekalan caleg Berkarya
Mengenai tujuan pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI di PPHUI, menurut Titi, agar  generasi muda mengetahui sejarah yang sebenarnya, dari pengkianatan PKI. Film itu versi yang utuh selama 4,5 jam agar gambaran yang diterima masyarakat lebih lengkap.

“Film ini memang sengaja diputar agar generasi muda mengetahui sejarah yang sebenarnya, dari pengkianatan PKI
Selama ini kan seolah-olah PKI yang jadi korban, padahal PKI pelakunya dan masyarakat menjadi korban,” kata Titi.

Menjawab pertanyaan apakah ada kemungkinan film serupa akan dibuat ulang, Titi mengatakan akan dipikirkan. “Itu pertanyaan yang bagus, nanti akan kita pikirkan,” jawab anak keempat  Presiden kedua RI, Jenderal Besar Soeharto itu.

Wakil Ketua Partai Berkarya, Sonny Pujisasono menjelaskan,  pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI merupakan sebagai pembekalan untuk calon legislatif Partai Berkarya.

Menurutnya Partai Berkarya tidak memiliki kegiatan khusus untuk pembekalan anggotanya, tetapi hanya diwajibkan menonton film tersebut.

“Kita sengaja memutar film ini dwngan versi yg utuh, 4,6 jam, tidak dopotong-potong. Pemutaran film ini adalah untuk pembekalam bagi calon legislatif Partai Berkarya di 80 Dapil.
Jadi kalau partai lain pembekalannya dengan bicara, kita melalui pemutaran film ini,” kata Sonny.

Share This: