Ulama Perempuan Rekomendasikan Batas Minimal Usia Wanita Menikah 18 Tahun

_

Pernikahan dini terbukti membawa kemudaratan. Oleh karena itu mencegah pernikahan anak hukumnya wajib. Dari hasil musyawarah tentang pernikahan anak ,ulama perempuan Indonesia berpandangan dan bersikap, agama menentang kemudaratan. Kemaslahatan keluarga sakinah tidak dapat terwujud jika dalam pernikahan membawa kemudaratan.

Demikian bunyi salah satu rekomendasi ulama perempuan yang dihasilkan melalui Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), yang berlamgsung dari tanggal 25 – 27 April 2017 di Pesantren Kebon Jambu Babakan CIwaringin, Cirebon.

Dalam rekomendaai dipaparkan, pihak pihak yang bertanggungjawab untuk mencegah pernikahan anak adalah orangtua, masyarakat, pemerintah dan negara.  Karena itu para ulama peremouan merekomendasikan kepada negara untuk membuat regulasi untuk mencegah pernikahan anak.

Mengubah pasal dalam UU No,1 tahun 1974 tentang perkawinan, yang terkait dengan batas miniml seorang perempuan boleh menikah dari usia 16 tahun menjadi 18 tahun.

Para ulama wanita mendorong masuknya materi pencegahan pernikahan anak, dan kesehatan reproduksi ke dalam kegiatan sosial keagamaan, dan lembaga pendidikan yang dikelola oleh masyarakat.
Memberian kesempatan kepada anak korban perkawinan anak untuk tetap bisa belajar di sekolah umum atau di pesantren. Anak yang hamil agara tetapbisa sekolah.

Orangtua harus memenuhi kebutuan anak, baik hak agama, kesehatan, pendidikan, hak belajar, bermain untuk mencegah pernikahan anak.
Mendorong ulama perempuan untuk menciptakan kurikulum berdasaran tafsir dan fiqih untuk mencegah perkawinan anak.

Keluarga harus menyadari bahwa pernikahan anak bukan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan ekonomi. Orangtua tidak memanfaakan hak ijbat anak, atau saudara lelaki anak perempuan, untuk melakukan pemaksaan perkawinan anak perempuan.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ketika menutup Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) mengatakan, judicial review UU Perkawinan yang terkait batas minimal usia wanita boleh menikah, sudah pernah diajukan ke Mahkamah Konstitusi, tetapi ditolak, karena menurut MK, penentuan batas usia itu menjadi domain legislatif.

Hasil penelusuran ketika itu, menurut menteri, jika MK menyetujui keinginan untuk menaikan batas usia minimal wanita boleh menikah dari 16 menjadi 18, maka ketika kelak ada keinginan untuk menaikkan lagi batas itu, akan sulit,

 

Share This: