Universitas Muhammadiyah Jakarta Launching Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW)

_

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nasir, M.Si menyampaikan bahwa media massa memiliki peran yang strategis. Banyak peristiwa besar terungkap dari kerja jurnalistik sehingga kehidupan yang lebih demokratis dapat terwujud. Sehingga media massa memiliki peran strategis untuk selalu menghadirkan perspektif baru sesuai peradaban manusia. Kerja yang tidak mudah ini seyogyanya harus tetap berdasar pada prinsip-prinsip kerja jurnalistik yang mempertemukan realitas dengan fakta sosial.

Hal ini disampaikan pada acara Launching Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Muhammadiyah Jakarta, Senin (5/10).

Haedar lebih jauh mengungkapkan dalam membangun media perlu transformasi kepemimpinan dan manajemen pengelolaan media yang baik mengingat perkembangan teknologi informasi saat ini. Sehingga media tidak tergantung pada pihak lain atau kepentingan bisnis semata. Hal ini berlaku baik bagi media konvensional maupun media digital. Untuk itu aspek etika menjadi sangat penting agar publik tidak menjadi liar dalam relasi sosialnya setelah mengakses informasi.

“Dengan perkembangannya saat ini, industri media perlu membuat formula baru terkait aspek etika kerja jurnalistiknya sehingga bisa menjadi kontrol bagi dirinya maupun kepada publik,”jelas Haedar lebih-jauh.

Terkait dengan konteks situasi saat ini, Haedar juga mengkritisi bagaimana politik menjadi sangat dominan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kondisi ini memberikan kecenderungan seakan negara hanya berurusan dengan wacana-wacana politik karena menganggap politik sebagai panglima. Dalam hal ini Haedar mengungkapkan “Media perlu memberikan narasi-narasi alternatif bagi kehidupan berbangsa untuk sektor lain misalnya agama, kesehatan dan lain sebagainya. Untuk itu kehadiran dunia pendidikan menjadi strategis dalam menawarkan oase berupa perspektif baru sesuai peradaban manusia yang utuh”.

Peluncuran Lembaga Launching Uji Kompetensi Wartawan Universitas Muhammadiyah Jakarta menjadi LUKW yang ke-28 di seluruh Indonesia. Sementara bagi Parsyarikatan, LUKW ini menjadi yang pertama dimiliki di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

Peran Muhammadiyah sendiri dalam membangun dunia jurnalistik memiliki sejarah yang sangat panjang. Memiliki produk jurnalistik tertua berwujud majalah, Suara Muhammadiyah berkontribusi pada penggunaan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional bersama organisasi Boedi Utomo sejak tahun 1921.

Selain Ketua Umum PP Muhammadiyah, acara launching ini juga menghadirkan Irfan Junaidi Direktur Pemberitaan Harian Umum Republika. Pada kesempatan ini Irfan melakukan auto kritik terhadap kerja media. Menurutnya telah terjadi pergeseran peran pers dengan adanya era digital saat ini.

“ Saat ini media massa bukan lagi satu-satunya pemegang otoritas informasi. Bahkan media sendiri sebagian mengubah pola kerja pengelolaan informasi dengan melibatkan publik dimana media berbagi ruang dengan publik melalui banyak platform yang ditawarkan. Situasi ini menyebabkan media massa seakan tergiur menjadi pemburu traffic saja”,ungkap Irfan.

Sementara itu pada sambutan pembukanya, Rektor UMJ, Prof. Dr. Syaiful Bahri, MH menyatakan bahwa LUKW ini memiliki peran yang sangat penting dalam melahirkan jurnalis yang professional dan memiliki karakter sesuai nilai Kemuhammadiyahan. Namun, LUKW UMJ tidak saja diperuntukkan bagi jurnalis yang berada di lingkungan Parsyarikatan namun juga media di luar lingkungan Muhammadiyah. “Kehadiran LUKW UMJ ini semoga menjadikan peran media massa sebagai pilar ke empat demokrasi dapat lebih terwujud”,pungkas Syaiful Bahri.

Selain Launching, pada saat yang bersamaan LUKW UMJ juga mengadakan webinar bertajuk Media Dan Demokrasi yang bertemakan profesionalisme jurnalis untuk memperkokok peran media dalam mewujudkan demokrasi yang sehat dan berkemajuan di Indonesia.

Hadir sebagai pembicara Dr. Ma’mun Murod, M.Si (Dekan FISIP UMJ), Makroen Sanjaya (RTV), Irfan Junaidi (Republika) dan Dr. Fal Harmonis (Dosen Penyiaran Ilkom FISIP UMJ) dengan moderator Nurcholos Basyari. Beberapa tokoh penting PP Muhammadiyah juga hadir dalam acara ini antara lain Dr. Muchlas, MT (Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah), Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si (Ketua PP Muhammadiyah) dan Jamalul Ikhsan (Dewan Pers).

 

 

Share This: