Untuk Muluskan e-KTP “Senayan” akan Digelontor Rp 520 Miliar untuk

_

Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan KTP Elektronik (e-KTP), Irman mengungkapkan adanya rencana menggelontorkan  uang sebesar total Rp.520 Miliar kepada sejumlah anggota dan Fraksi di DPR untuk memuluskan proyek e-KTP.

“Tahun 2011 Pak Sugiarto ketemu saya di ruang kerja. Waktu itu Giarto memperlihatkan secarik kertas berisi catatan berasal dari Andi, yang isinya rencana penyluran uang dari Andi pada sejumlah nama di DPR,” ungkapnya di PN Jakarta Pusat, Senin (12/6/2017).

Dijelaskan, saat itu ada catatan uang sebesar total Rp 520 Miliar, dengan rincian Kode K (Kuning) untuk Golkar sebesar Rp 150 Miliar, B (Biru) untuk Demokrat Rp 150 Miliar, M (MERAH) Rp 80Miliar, MA (Marzuki Ali) Rp 20 Miliar, AU (Anas Urbaningrum) Rp 20 Miliar, CH (Chairman Harahap) Rp 20 Miliar, dan LN untuk partai lain jumlahnya Rp 80 Miliar.

“Ini rencana, tapi ini gak mungkin terjadi kalau tidak ada kesepakatan antara Andi dengan konsirsium. Pencairan termin satu sampai empat bahwa diteruskan pada SN dan kawan-kawan,” beber Irman.

Sedanagkan menurut Irman, pada pertengahan 2012 ada uang sebesar 700 ribu dolr dari Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Sekitar Mei atau Juni Giarto hubungi saya, kalau pak tadi Andi ke ruangan Giarto titip uang 300 ribu dolar untuk Diah, Irman 300 ribu dolar dan Giarto 100 ribu dolar. Oleh pak Giarto diteruskan pada saya dan Bu Diah, tapi itu sudah saya setorkan 300 ribu dolar ini pada kas negara,” bebernya.

 

 

Share This: