Usai diperiksa hampir 10 Jam, Patrialis : MK itu Clear

_

Diperiksa selama hampir sepuluh jam, Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar ungkapkan bahwa tidak ada indikasi Hakim MK lain ikut terlibat dalam perkara Judicial Review.

“Insyaallah tidak ada. MK itu clear, sahabat saya, hakim-hakim MK Insya Allah kita semua baik-baik,” ungkapnya saat keluar dari Gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Diperiksa kurang lebih selama sepuluh jam mulai dari pukul 10.33 s.d. 20.13 oleh penyidik KPK, dirinya puj enggan memberitau detail pemeriksaan yang dilakukan penyidik pada dirinya hari ini.

“Kalau penyidikan itu rahasia tidak boleh siapapun yang tahu nanti di pengadilan. Saya hanya berdoa semoga dibelakang ini ada kemuliaan dan Insya Allah, Allah akan mengangkat derajat kita ,” ungkapnya.

Di sisi lain, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan detail pemeriksaan yang dilakukan penyidik kepada Patrialis Akbar adalah mendalami hubungan antara Patrialis Akbar dengan tersangka lain Kamaludin (KM),  Basuki Hariman (BHR) bos pemilik 20 perusahaan impor daging dan NG Fenny (NGF) yang merupakan sekertaris dari Basuki.

“Kita juga dalami pertemuan-pertemuan yang diduga dihadiri oleh PAK. Termasuk juga apa yang dibicarakan pada pertemuan itu menjadi salah satu poin yang kita dalami,” ungkapnya.

Patrialis ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diguga menerima suap dalam  putusan perkara Nomor 129/PU-XIII/2015 tentang Sistem Zonasi dalam Pemasukan (impor) Hewan Ternak, dalam objek permohonan Judicial Review UU Nomor 18 Tahun 2009, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan terhadap UUD 1945.

Dalam pengurusan putusan perkara nomor 129 itu, tiga orang ditunjuk sebagai Hakim Panel diantaranya Ketua Panel dijabat oleh Manahan Sitompul, sedangkan Patrialis Akbar dan Palguna sebagai anggota.

Dalam perkara ini, Patrialis Akbar disangkakan menerima suap dari tersangka Basuki Hariman (BHR) bos pemilik 20 perusahaan impor daging dan sekretarisnya yang juga berstatus tersangka yakni NG Fenny (NGF).

Oleh Basuki, Patrialis Akbar dijanjikan uang sebesar 20 ribu dolar AS dan 200 ribu dolar Singapura terkait pembahasan uji materi UU No 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan hewan.

Diduga uang 20 ribu dolar AS dan 200 ribu dolar Singapura itu sudah penerimaan ketiga. Sebelumnya sudah ada penerimaan pertama dan kedua.

 

Share This: