Vin Ijen, Meninggalkan Jejak Bisnis Keluarga Demi Film

_

Dunia film memang ibarat magnit yang sangat kuat, sanggup menarik siapa saja untuk masuk di dalamnya. Vin Ijen, pemuda kelahiran Jakarta, 19 November 1996 ini adalah salah satunya.

.Anak kedua dari 3 bersaudara — kakaknya Iaki-laki dan adiknya perempuan — terlahir dari keluarga wiraswasta. Ayahnya, meskipun pintar membuat puisi Mandarin, mendidik Ije keras untuk mengikuti jejak ayahnya kedunia bisnis. Kemauan ayahnya itu nyaris mengubur dalam-dalam impiannya masuk ke dunia entertainment.

“Tetapi saya sejak kecil suka film. Saya suka dengan akting, karena akting bisa membawa orang menjadi apa saja,” kata penggemar Leonardi Di Caprio ini, dalam bincang-bincang di Kafe Eiki Resto, Kelapa Dua Wetan Cibubur, belum lama ini. 

Karena kecintannya terhadap film, setelah Ayahnya pergi bekerja, ia diam- diam selalu menonton film bersama mendiang Ibunya yang terkena penyakit Parkinson Plus. Alhasil sampai menginjak dewasa makin menyukai di dunia akting. Aktor yang paling disukainya seperti Leonardo D’Caprio, Johnny Depp, dan Jouaq In Phoenix tokoh di film “Joker” yang paling dia suka.

Ijen lalu mencari jalan agar bisa menggeluti dunia akting, hingga kemudian ia bertemu dengan Andre Murtono dan Tirta Siregar, Producer sekaligus pemilik dari PT Delapan Belas Indonesia yang menaungi PH Tujuh Rumah Produksi, Eightenn Management Indonesia, 7 Acting Class, Seventy Seven Production dan Eiko Resto.

Di tempat ini Ijen diberikan pengarahan, bimbingan dan langkah-langkah bagaimana caranya menjadi seseorang artis yang sukses di dunia entertainment. Ijen sangat bersyukur, diarahkan mengikuti kelas akting dengan pengajar Donny dan Fahmy yang profesional tidak kenal Ielah mensupportnyaa membentuk, membimbing, mengajarkannya untuk menjadi aktor profesional yang ahli dimbidangnya.

Donny Adhitya selain menjadi acting coach juga menjadi Manager Vin Ijen di Eighteen Management Indonesia. Dari Sinilah kepercayaanya tumbuh. Seiring berjalannya waktu, Ijeb mengalami banyak perubahan dalam berakting sehingga mentalnya semakin kuat dan siap menghadapi kompetitor di bisnis hiburan.

“Dulu saya suka minder. Sekarang kepercayaan diri saya tumbuh,” kata pemuda yang menguasai ilmu bela diri ini.

Perubahan besar juga terjadi dalam kepribadiannya. Di masa kecilnya dia terkenal bandel, dan pemberontak namun cerdas dalam berpikir, tidak hilang akal. Vin Ijen sendiri tidak pemah berfikir seni peran merasuk dalam darah dagingnya, karena kakak dan adiknya mumi mengikuti jejak ayahnya didunia bisnis.

“Sekarang saya harus total, untuk membuktikan kepada orangtua dan saudara-saudara bahwa yang saya pilih tidak salah,” kata pemuda bertinggi badan 175 cm dan berat 70 kg ini.

Share This: