Vino G Bastian Perankan Tokoh Wiro Sableng Yang Dibuat Ayahnya

Vino G Bastian (kiri) bersama sutradara Angga Dwimas Sasongko, saat syukuran film "Wiro Sableng 212" di Jakarta, Kamis (9/2) - Foto: HW
_

 

Para pencinta cerita silat atau komik pada dekade 70-an hingga 80-an pasti ingat nama Wiro Sableng, tokoh komik bersenjatakan kapak yang sangat terkenal. Cerita silat itu dibuat oleh pengarang Bastian Tito, seniman kelahiran 23 Agustus 1945 yang telah meninggal pada 2 Januari 2006.

Nama Wiro Sableng sangat terkenal melampaui nama pengarangnya. Selain dibuat hingga seratus lebih buku, cerita itu juga sudah diangkat ke layar televisi dan difilmkan. Kini tokoh fiksi legendaris itu kembali akan diangkat ke layar lebar oleh Lifelike Pictures bekerjasama dengan perusahaan film asal Amerika, Fox Intenational Production. Kali ini tokoh Wiro Sableng itu akan diperankan sendiri oleh aktor Vino G Bastian, yang merupakan anak kandung almarhum Bastian Tito.

“Saya juga sebetulnya bingung. Sebenarnya tidak ada keharusan saya yang main. Mungkin ada pertimbangan produser, sutradara yang memberi tanggung jawab kepada saya. Padahal ahli waris Bastian Tito bukan cuma saya, ada kakak-kakak saya,” kata Vino Bastian sambil menyebut nama kakak-kakaknya, dalam acara syukuran film Wiro Sableng 212 (212 Warrior) di Hotel Luwansa Jakarta, Kamis (9/2).

Vino mengku merasa merasa terharu karena sekarang ini adalah titik pertama kali film WS akan dibuat lagi dengan restu yang benar-benar dari keluarga. Ketika WS difilmkan dulu, dia dan keluarganya menganggap itu biasa-biasa saja, karena merasa bukan orang yang hidup di dunia entertainment.

Sekarang, tambah aktor kelahiran Jakarta, 24 Maret 1982 itu, ketika film ini akan dibuat lagi dengan visi dan missi yang lebih besar, dan apa yang diharapkan oleh ayahnya sebelumnya, itu suatu kebanggan. Baginya WS ini harus kembali dan harus ada, bukan hanya untuk penggemarnya yang dulu tapi untuk generasi sekarang bahwa Indonesia punya legenda silat yang harus dilestarikan.

“Saya belum bisa membayangkan seperti apa. Tapi selama karier saya di dunia film ini adalah tanggung jawab terbesar saya di film Indonesia.  Beban selalu ada. Tapi saya harus memisahkan itu. Ketika saya menjadi aktor, saya harus memisahkan sebagai ahli waris Bastion Tito. WS ini bukan hanya milik keluarga, tapi sudah menjadi milik selurtuh pencinta serialnya, pencinta film Indonesia dan orang yang menunggu film ini,” papar Vino yang juga ipar dari pemilik Lifelike Pictures, Sheila Timothy ini.

Sebagai aktor Vino berjanji akan bersikap profesional, bersedia menterjemahkan apa yang dimaui sutradara dan produser. Sebagai anak kandung Bastian Tito, ia mengaku belum tentu memahami seratus persen, siapa Wiro Sableng itu.

“Jadi saya harus membuka pikiran kita berkembang. Hanya pesan dari keluarga agar diperhatikan sisi orisinalitasnya. Tapi film ini harus berkembang, teknologi akan berkembang. Tapi saya enggak mau mencampuradukan terlalu jauh. Nilai saya sebagai aktornya, jangan nilai saya sebagai anaknya Bastion Tito. Siapapun yang akan memerankan tokoh ini pasti akan menjdi yang terbaik,” kata suami dari aktris Marsha Timothy ini.

Ayah kandung Vino, Bastian Tito sebagai penulis menjadi lebih populer setelah cerita silat Wiro Sableng yang ditulisnya, yang dikenal dengan julukan Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, diangkat ke layar kaca pada pertengahan dekade 1990-an. Karyanya yang paling terkenal adalah Wiro Sableng. Ia mulai tekun menulis sejak duduk di bangku SD kelas 3. Karyanya mulai diterbitkan sejak tahun 1964 dan Wiro Sableng sendiri, yang ditulisnya berdasarkan rekaan ditambah bacaan buku sejarah Tanah Jawa mulai terbit pada tahun 1967.***

 

Share This: