Wa Ode Hamsinah Bolu: Peserta Konas III KPP RI Lampaui Target

_

Anggota DPD RI, Wa Ode Hamsinah Bolu, menyatakan antusiasme perempuan politik sangat besar terhadap Konsolidasi Nasional III Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (Konas III KPP RI) di Jakarta, 16-17 November 2017.

“Dari target 300, sudah jauh terlampaui jadi 800, dan masih terus ada yang daftar. Kami akan stop sampai seribu orang saja,” kata ketua panitia pelaksana Konas III ini.

Namun, Wa Ode ragu apakah akan tega menyetop peserta. “Banyak yang sudah mendarat di Jakarta baru menghubungi panitia. Bagaimana nolaknya? Masa kita suruh pulang?,” tutur Wa Ode.

“Sesungguhnya, kami bersyukur sekali minatnya begitu besar. Tapi, tempatnya di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, tidak cukup untuk menampung. Pindah sudah tak mungkin,” cerita Wa Ode yang mengaku seluruh panitia sedang berusaha menyiasati kondisi ini.

“Sidang-sidangnya di Hotel Bidakara, Pancoran. Tidak masalah. Pembukaan di Nusantara V kapasitasnya kurang,” kata Wa Ode sambil menerangkan acara Kamis besok mulai 09.00 WIB.

Perempuan butuh bersatu

Besarnya minat perempuan politik dari berbagai daerah menghadiri Konas III KPP RI, analisa Wa Ode karena makin sadar pada kebutuhan untuk bersatu. Punya agenda bersama, punya tujuan bersama, bisa bahu-membahu mencapainya.

“Selama ini, kami kan tahu kuota perempuan di parlemen harus ditingkatkan agar terjadi keseimbangan. Itu kesempatan. Banyak yang ambil bagian. Maka, periode 2014-2019 ini, peserta perempuan sebagai kontestan Pemilu meningkat tinggi. Walaupun, jumlah yang terpilih menurun dibanding periode sebelumnya. Itu teknis,” jelas Wa Ode.

Sedangkan mereka yang terpilih mulai berpikir, sudah terpilih lalu bagaimana? “Inilah yang tampaknya menjadi magnet perempuan politik antusias ikut konsolidasi. Mereka merasa ada yang mengayomi. Bila selama ini kurang didengar, baik di tingkat nasional maupun daerah, mereka pikir bila bersatu akan lebih didengar,” kata Wa Ode.

Ada sejumlah agenda penting yang dibahas. Pembukaan sambutan Ketua Presidium, GKR Hemas, dengan topik “Konsolidasi Nasional dan Upaya Membangun Kultur Politik yang Beradab”.

Dilanjutkan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, menyampaikan pidato kebangsaan. Selanjutnya adalah materi tentang kiprah perempuan politik dan siasat memenangkan lebih banyak kursi parlemen untuk perempuan.

Antara lain, “Refleksi Capaian dan Tantangan Perempuan Parlemen Menghasilkan Kebijakan Berperspektif Gender”, “Pencalonan Anggota Legislatif dan Peta Daerah Pemilihan”, “Strategi dan Manajemen Kampanye”, sampai “Pengawalan Suara dan Mekanisme Pengaduan Kecurangan Pemilu”.

Di luar agenda yang terlihat hendak memenangkan sebanyak mungkin kursi di Pemilu mendatang, ada juga pembahasan “Perkembangan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual/Kebijakan Terkait Perlindungan Korban Kekerasan Seksual”.

Acara diakhiri Jumat petang, 17/10, dengan agenda pembacaan Rekomendasi Konas III KPP RI. “Rekomendasi ini bagian penting yang ditunggu. Bisa mencerminkan pergerakan lebih lanjut perempuan politik,” tutur Wa Ode.

Share This: