Wajah H. Agus Salim Dalam “Moonrise Over Egypt”

H. Agus Salim (Pritt Timothy) dalam film "Moonrise Over Egypt. (Foto: TVS Film Indonesia)
_

 

Kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 tidak serta merta membuat Indonesia diakui sebagai sebuah negara merdeka. Belanda masih menganggap Indonesia sebagai miliknya, dan tidak mengakui kemerdekaan RI. Celakanya Belanda masih memiliki pengaruh di dunia internasional, terutama di negara-negara Barat.

Untuk mendapat pengakuan internasional lebih luas, dengan segala keterbatasan yang ada Indonesia berupaya melakukan lobi lobi diplomatik ke berbagai negara lain.

Pada bulan April 1947, delegasi lndonesia tiba di Kairo untuk melakukan misi diplomatik yang penting, mencari pengakuan de jure dari pemerintah Mesir atas kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia.

Delegasi yang terdiri dari Abdurrachman Baswedan, Mohammad Rasjidi dan Nazir Sutan Pamontjak, dipimpin oleh Haji Agus Salim . Dengan bantuan Sekretaris Jenderal Liga Arab Abdul Rahman Hassan Azzam Pasya, keempat orang tersebut dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Mesir Mahmud Fahmi El Nokrashy Pasya.

Namun, kenyataannya tidak semulus rencananya. Duta Besar Belanda untuk Mesir, Willlem Van Recteren Limpurg. meluncurkan serangkaian taktik untuk menggagalkan misi delegasi Indonesia.

Didampingi ahli strategi bemama Cornelis Adriaanse, Willem kemudian melakukan lobi politik terhadap Perdana Menteri Nokrashy. Selain itu, Willem dan Adriaanse menyusupi mata-mata ke dalam kelompok delegasi Indonesia.

Kedua pejabat Belanda ini berhasil mempengaruhi Nokrashy. Akhimya. dia memutuskan untuk menunda rencana kerjasama bilateral dengan Indonesia yang menjadi tanda legitimasi kedaulatan negara Indonesia di kancah internasional.

Keterlambatan penandatanganan kesepakatan ini membuat Agus Salim dan kawan-kawan dalam keadaan tidak pasti di Kairo. Situasinya semakin memburuk dengan adanya kabar dari indonesia tentang invasi NICA yang mengepung pulau Jawa dan Madura.

Belanda telah melukai perjanjian Unggarjati dan mulai terlihat misinya menguasai wilayah yang tersisa di Republik Indonesia…

Keputusan Nokrashy untuk melanjutkan proses perencanaan kerjasama indonesia-Mesir, membuat Willem dan Adriaanse mengeluarkan rencana pamungkas untuk menggagalkan penandatanganan kesepakatan tersebut. Keadaan kemudian membuat nasib Nokrasy dan Indonesia berada di tangan seorang pemuda yang sebelumnya dicurigai sebagai pengkhianat.

Agus Salim

H. Agus Salim adalah seorang diplomat ulung. Kemampuan diplomasinya diakui bukan saja di dalam negeri, tetapi juga di dunia internasional. Banyak catatan yang menggambarkan kelihaian H. Agus Salim mematahkan serangan musuh-muduh politiknya dalam forum internasional.

Kepiawaian H. Agus Salim itu akan ditampilkan dalam film produksi TVS Film Indonesia berjudul Moonrise Over Egypt. Film yang disutradarai oleh Pandu Adiputra ini dibintangi oleh Pritt Timothy sebagai H. Agus Salim, Vikri Rahmat (AR Baswedan), drh. Ganda (Natsir Pamontjak) dan beberapa bintang muda seperi Ina Marika (Zahra), Reza Anugrah (Zain Hasan) dan Bhisma Wijaya (Hisyam).

Sesuai dengan judulnya syuting film ini pun dilakukan di Mesir pada medio bulan Agustus 2017. Cukup banyak pemain dan crew yang berangkat ke Kairo, di samping bekerja sama dengan tenaga tenaga sineas Mesir.

Menurut produser Amir Sambodo dan Adie Marzuki, otoritas di Mesir sangat membantu pembuatan film ini sehingga diijinkan untuk melakukan pengambilan gambar di beberapa lokasi penting.

Meskipun nama H. Agus Salim ditonjolkan, tetapi film ini bukanlah sebuah biopic tentang Agus Salim. Baik produser maupu  sutradara sepakat, kiprah diplomatik Agus Salim hanya merupakan bagian dari isi cerita secara keseluruhan.

“Kami tidak mengangkat penuh kisah H. Agus Salim. Karakter beliau cuma bagian dari ensamble yang ada dalam rangkaian cerita film. Kami juga ingin menggambarkan sebuah film drama yang bisa dinikmati oleh generasi muda,” kata sutradara Pandu Adiputra.

Baik sutradara maupun produser berharap, film ini akan memberi referensi yang menarik kepada generasi muda tentang perjuangan beberapa diplomat kita pasca kemerdekaan, terutama tokoh H. Agus Salim yang sangat terkenal itu.

 

 

 

 

Share This: