Walikota Bogor: Keberagaman itu Keniscayaan

Walikota Bogor, Bima Arya bersoja, ketika diambil gambarnya oleh juru kamera, di Wihara Dhanagun Bogor, saat peryaan Imlek berlangsung, Sabtu (28/1) siang. - Foto-foto: HW
_

Keberagaman di tengah masyarakat merupakan keniscayaan yang harus diterima. Perbedaan Perbedan itu kewajaran. Tapi persatuan dan keberasamaan harus selalu dipertahankan.

Hal itu dikatakan oleh Walikota Bogor Bima Arya kepada balaikita.com ketika ditemui di Wihara Ho Tek Bio atau Wihara Dhanagun, yang terletak di Jalan Suryakancana, Bogor, Sabtu (28/1). Arya datang ke wihara yang tahun lalu didatangi Presiden Joko Widodo, untuk mengikuti perayaan Cap Go Meh.

Selama di komplek wihara, Arya yang membawa fotografer dan jurukamera video, nampaknya sedang melakukan pengambilan gambar. Dia hanya berkeliling di halaman wihara yang dipenuhi oleh lilin-lilin. Setelah pengambilan gambar, sekitar pukul 12.30, Bima Arya dan rombongan meninggalkan Wihara Dhanagun.

Sebelum meninggalkan wihara, Arya memberikan kesempatan untuk wawancara sebentar. Dalam wawancara Arya menekankan tentang pentingnya menjaga keberagaman, persatuan dan saling menghormati. Semua itu menurutnya bisa berjalan dengan baik bila para pemimpin memberi contoh yang baik kepada masyarakat.

“Tantangannya itu bagaimana para tokoh agama, tokoh politik bisa saling membangun komunikasi dan salingpengertian. Bisa meberi contoh penghargaan terhadap perbedaan, karena kuncinya di situ,” kata Walikota Bogor.

Sebagai langkah kongkrit untuk menjaga kerukunan di Bogor, Bima Arya mengatakan mendeklarasikan slogan “Cinta Menjadi Panglima” di Kota Bogor, pada tahun ini.

“Jangan sampai Kebencian jadi panglima, politik jadi penglima, hoax jadi panglima, tapi cinta harus jadi panglima, karena ini kota yang penuh cinta. Dan saya berusaha mendatangi semua, bersilaturahmi dengan semua mengayomi semua, dan saya memberi semangat kepada semua agar kita bersama-sama menjaga kota ini,” paparnya.

Masyarakat Bogor sendiri, menurut Arya, sejak lama sudah menghargai perbedaan.   “Sejauh ini keberagaman di Kota bogor sangat baik. Sudah mengakar. Sejarah kota Bogor adalah sejarah tentang keberagaman,” kata Bima Arya mengakhiri wawancara.

Sementara itu suasana di Wihara Dhanagun juga cukup ramai dengan masyarakat Tionghoa yang ingin bersembahyang. Masyaraat datang silih berganti. Siang harinya Kota Bogor diguyur hujan deras. Hujan deras saat Imlek dipercaya akan membawa berkah.****

Share This: