Wanita ini Habiskan Seharian Dengan Keliling Naik Kereta

_

Berawal dari kecil ketika, sang ibu yang selalu mengajak naik kereta hanya untuk singgah di stasiun tujuan lalu mencari makan. Dengan menaiki kereta ekonomi dari bogor sampai Jakarta Kota dan balik lagi ke Bogor.
“Kereta yang dinaikin tuh pasti ekonomi, gue masih inget sedikit pengambarannya, diajak nyokap cari makan ke jakarta kota, terus kursinya keras warna oren, suaranya berisik, banyak pedagang, banyak penyandang disabilitas yang mengemis dan keretanya banyak sampah. Dan kalau ketahan sinyal pasti gue ngiranya itu kereta mogok dan mau tabrakan. Maklumlah dulukan banyak banget kecelakaan kereta makanya gue mikir yang engga-engga.” Ungkap Neilia mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif ini

Awalnya ia merasa takut dengan kereta, karena fisik kereta ekonomi warna oren yang dulu terlihat kurang bagus dengan segala fasilitasnya. “tiap gue berangkat sekolah pas SMP dan lewat JPL, gue pasti selalu baca doa. Berdoa biar gak ketabrak dan mulai panik saat kejebak ditengah rel karena macet dan itu JPL bunyi. Tapi yang gue heran gue selalu merasa tertarik kalau ngeliat rel atau perlintasan sebidang.” ceritanya.

Dengan kuliah di jakarta dan transport kereta yang ia gunakan setiap hari menambah, kecintaanya terhadap kereta. “Pertama kali caw kekampus sendirian naik kereta rasanya bener-bener beda. Dulu kereta jelek binggo sekarang udah bagus malah AC semua dan bersih dan gk ada yang minta-minta!” Ungkapnya.

Wanita pecinta anime ini juga sampai hafal dengan jenis kereta yang ia naiki. Mulai dari type kereta, tahun kereta, fasilitas di dalam kereta.
“gue belajar ngebedain mana Tokyo Metro, Tokyu, Toei, Toyo Rapid, JR dan sebagainya. Tapi ternyata itu ga gampang, gue masih suka ketuker-tuker. Tapi entah kenapa malah jadi asik nyari tau tipe kereta. Tiap ada kereta yang lewat gue selalu nyoba nebak. Ada rasa seneng tersendiri. Hingga akhirnya sekarang gue bisa ngebedain tiap-tiap kereta . kereta Favorite gue sendiri sih Toyo Rapid 1080 karena kesan pertama pas ngeliat kereta itu adalah “mirip optimus prime’’. ”

Neilia juga bergabung dengan Komunitas pecinta kereta yang ia dapatkan informasinya dari kaskus. Biasa kumpul di Jatinegara dengan temen-temennya yang sama-sama menyukai kereta, belajar bersama mengenai kereta. “Dari situ mulailah gue jadi sering ikut ngumpul tiap hari sabtu atau minggu di Jatinegara cuma buat liat kereta. Karena keseringannya gue ngumpul sama mereka akhirnya gue terjerumus di dunia Railfaning.”

Ia sendiri tidak merasa sebagai Railfans karena pengetahuan kekeretaan yang dimiliki masih sangat dikit.

“Gua sering seharian dikereta kalo lagi bete, jadi yah muterin kereta balik bisa sore malem”. Neilia juga menambahkan saat ini ia sedang menikmat masa-masa kekeretaan dan itu menyenangkan apalagi makin kesini makin banyak juga pengetahuan yang di dapet soal kereta Jepang lainnya, jadi tau juga seri-seri kereta Jepang yang masih berdinas disana dan masih banyak lagi.

Share This: