WARNATASKU Menggandeng 6 Desainer Indonesia dalam Pagelaran “Pesona Mutiara Maumere”

_

Sejak diliris tahun 2011 yang berkantor di daerah Jatibening, Bekasi. WARNATASKU mempunyai tujuan untuk memajukan kerajinan tas lokal hasil karya Indonesia untuk bersaing dengan produk Internasional.

Pemilihan Maumere secara khusus ditampilkan karena memiliki potensi kekayaan, keindahan dan kekuatan budaya untuk dijadikan salah satu lokasi tujuan wisata. Budaya tenun ikat yang dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat memiliki filosofi sejarah dan makna yang luas untuk diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Material atau kain yang dipakai menggunakan kain tradisional Indonesia, dengan digunakannya bahan ini agar budaya Indonesia dapat tetap diwariskan dan dilestarikan kepada generasi selanjutnya,” Ungkap Yudha Pratomo selaku owner WARNATASKU saat dijumpai pada konferensi pers di Indonesia Fashion Week 2017, (2/1) Jakarta.

Dalam pagelaran kali ini, WARNATASKU menggandeng 6 desainer dari APPMI DKI Jakarta.

“Mereka memiliki ciri khas masing-masing, dengan warna yang berbeda. Konsep dari keenam desainer ini semoga bisa mewakili setiap lapisan masyarakat di Indonesia,” Ujar Ervina Ahmad selaku desainer WARNATASKU.

1. Irwansyah Mec’s
Mengangkat tema ‘winter collection’. Menggabungkan tenun dengan desainnya, di gunakan untuk umur 30-an.

2. Kunce Manduapessy
Mengangkat tema oriental, perpaduan antara Jepang, China dan Indonesia. Bentuk terbaru seperti halnya WARNATASKU.

3. Nita Seno Adji
Kerjasama yang kedua kakinya dan kami ini mengangkat tema khusus, Nita mengangkat tema Embroidery gabungan antara bordir dengan tenun Maumere.

4. Verlita Evelyn
Mengeluarkan desain yang menggabungkan antara chic and simple dan agak sedikit agie.

5. Yoyo Prasetyo
Mengangkat tema rastik. Suatu kesatuan yang dinamis dari bahan tenun sendiri, dinamis yang agie.

6. Dana Duryatna
Mengangkat tema koleksi Priya, man collection. Kendala dalam pembuatannya adalah dari kain tenun sendiri.

Share This: