Waspada Penggunaan Merkuri Bagi Kesehatan Tubuh

_

Merkuri atau hydrargyrum merupakan zat yang sekarang banyak digunakan untuk campuran bahan kimia. Salah satunya digunakan untuk membantu proses pemanasan / pemijaran campuran biji emas dengan air. Namun proses ini berdampak negatif bagi kesehatan tubuh.

Efek dari pemanasan merkuri dapat menyebabkan Kejang-kejang, tidak bisa bicara dengan jelas, berjalan dengan terhuyung-huyung, lumpuh, koordinasi gerakan terganggu dan gangguan fungsi kerja system syaraf lainnya hingga kematian.

Salah satunya ialah Mimin yang juga istri penambang emas di Lebak Banten harus menerima kenyataan anaknya menjadi korban hasil pembakaran merkuri.

“Waktu lahir rifki normal beratnya 3 kl setengah setelah 2 bulan dia panas dan lemas, pas dibawa kerumah sakit langsung ngeluarin darah”. Ujarnya saat ditemui pada seminar Mercury Poisoning Minamata at 60 and Indonesia?

Disamping itu, para penambang lebih memilih mengolah pemijaran biji emas di dapur rumah masing-masing ketimbang diluar. Menurut Ir Yuyun Ismawati Drwiega kandungan merkuri yang paling berbahaya ialah melalui udara.
” Bisa dibayangkan jika setiap rumah mengolah emas dengan merkuri berapa kandungan merkuri disana. Suatu rumah saya periksa dan kandungan merkurinya sangat tinggi sampai-sampai seluruh penghuni rumah saya suruh keluar.” Tegasnya pada Rabu, (7/12) di Hotel Ibus Jakarta Pusat.

Sumber:Suratpos.com

Sebelumnya Balifokus berkolaborasi dengan Minamata Deaseas Victims menyelenggarakan Mercury Poisoning Minamata at 60 and Indonesia? di Hotel Ibis Jakarta Tamarin. Seminar tersebut membahas mengenai korban dari minamata(suatu kota di Jepang yang tercemar limbah merkuri melalui olahan ikan sejak 1959). Bentuk keprihatinan mengenai merkuri memang sudah ada sejak lama di negeri sakura tersebut, sampai saat ini para korban terus berusaha mendapat jaminan gratis dari pemerintah dan mendeklarasikan bahaya dari penggunaan merkuri termasuk yang berada di Indonesia.

Share This: