Wayang Bambu Pernah Menjelajah Hingga Negeri Sakura

Salah satu karya kesenian Wayang Bambu (Foto By : Reza Hardiyani)
_

Salah satu kesenian khas kota Bogor adalah Wayang Bambu. Wayang-wayang yang terbuat dari bambu, dibuat sendiri oleh penciptanya, Ki Drajat Iskandar, di rumahnya di Perum Taman Yasmin RT.04/RW10, Curug Mekar, Bogor. Jika pemesanan dalam jumlah yang besar ia akan melibatkan pemuda-pemuda stempat.  Ada lebih dari 100 karakter wayang dari bambu yang dibuat. Dan itu memiliki karakter sendiri, tidak mengambil dari tokoh-tokoh dalam kisah Ramayana atau Mahabarta.

“Kita mengambil dari karakter tokoh rakyat yang dikreasikan sendiri,” kata Ki Drajat.

Kini, wayang bambu mulai dikenal di berbagai wilayah Indonesia, bahkan luar negeri pun sudah, seperti Jepang, dan negara-negara ASEAN. Jalinan wayang bambu ini memberi filosofi sebagai sulaman silaturahmi dan kebersamaan, seperti yang dilakukan warga Yasmin, Bogor. Pada Tahun 2004 wayang bambu ini menjelajah ke Jepang.

“Orang-orang Jepang datang kesini dengan CEOnya” Ujar Ki drajat. Dsisitu diperkenalkan Wayang bambu dengan melakukan pelatihan.

Kesenian Wayang Bambu aktif mengikuti pagelaran wayang salah satunya adalah pameran wayang internasional di Parahyangan Bandung, yang saat itu juga dihadiri oleh negara-negara tetangga. Ada banyak wayang disana, mulai dari wayang bambu, wayang golek, hingga wayang yang terbuat dari sayuran. Untuk pagelaran tersebut, Ki Drjat diajak oleh CEO yang sudah bekerjasama dengannya.

“Alhamdulilah dari tahun 2000 sampai sekarang wayang bambu masih eksis” Tambah Ki Drajat.

Untuk masalah setiap pagelaran biasanya di dalam kota tarifnya  10 juta, sedangkan jika  di luar kota bisa lebih dari 10 juta. Tapi menruut Ki Drajat, tidak terpatok seperti itu masih bisa di negosiasi, asalkan sama-sama menguntungkan. Teruntuk khusus acara sosial dan keagamaan bisa lebih rendah tarifnya.

Wayang bambu sendiri terfokus untuk pagelaran bukan untuk penjualan, tapi bisa buat yang ingin membeli bisa memesan terlebih dahulu. Apalagi panggilan untuk main akhir-akhir ini sangat sepi.Untuk penjualan sendiri Ki Drajat melayani langsung untuk yang ingin memesan wayang bambu di rumahnya. Untuk wayang itu dijual dengan harga Rp 150.000-Rp 500.000. Wayang bambu buatannya  pernah dipesan 25 set oleh para kolektor untuk menjadi salah satu pengisi dalam Museum Wayang.

“Jangan salah kita bukan berarti menjual karya, karena seni itu tidak bisa diperjualbelikan, kalo dia suka pasti berapapun mau,” tandas Ki Drajat. “Jangan menyamakan wayang bambu dengan wayang lainya, wayang bambu ini mempunyai karakter sendiri. Intinya wayang bambu sudah terjelajah oleh para ahlinya bahwa wayang bambu adalah wayang asli Kota Bogor,” tambahnya

Sementara ini belum ada job yang bersifat berkelanjutan. sebagai seniman ia mengaku harus siap menghadapi keadaan itu.

“Ikuti aja perjalanan hidup, sebulan kadang ada, tapi ada juga yang tidak ada job,” kata Ki Drajat.

 

Share This: