Wayang Bambu, Wayang Asli dari Bogor

Ki Drajat, Pemilik Wayang Bambu Kesenian Khas Bogor (Foto By : Reza Hardiyani)
_

Kesenian Wayang sudah sudah lama dikenal sebagai warisan budaya Indonesia. Dari Kesenian Wayang tersebut mulai bermunculan wayang-wayang yang berbeda dan dalang-dalang profesional di Jawa Barat. Kesenian dengan menggunakan Boneka dan Dalang melalui alur cerita yang menarik itu merambah hingga Kota Bogor.

Salah Satunya, yakni Wayang Bambu. Wayang Bambu di prakasai oleh Ki Drajat Iskandar dengan mengkreasikan sendiri jenis wayang dengan bahan dasar bambu. Wayang-wayang itu dibuat di rumahnya di Perum Taman Yasmin, RT 04 / RW 10, Curug Mekar, Kota Bogor. Pembuatan wayang dibantu oleh pemuda setempat.

Awalnya kesenian wayang bambu hanya sebatas craf saja namun berkat keterampilan Ki Drajat wayang bambu ini sudah bisa dipagelarkan sama halnya seperti wayang golek. Panggungnya menggunakan gedebok pisang dan diiringi musik karawitan Sunda. Namun uniknya, cerita wayang bambu tidak diambil dari kisah Mahabharata atau Ramayana. Drajat sendiri yang membuat jalan ceritanya sesuai dengan kisah kehidupan seharihari. Cerita yang diangkat tentang  kehidupan sehari-hari, seperti politik, keagamaan, kenakalan remaja, yang memberikan pesan dan kesenangan bagi penikmat yang menyaksikan pagelaran wayang ini.

“Tokoh wayang bambu sama dengan tokoh wayang golek, termasuk tokoh si Cepot. Namun, cerita yang diangkat wayang bambu tidak sama dengan wayang golek karena saya ciptakan cerita sendiri, dan ingin membuat ikon wayang sendiri,” ungkapnya.

Saat pertunjukan wayang bambu, Drajat menggunakan bahasa Sunda Bogor dengan tujuan lebih dekat dengan masyarakat. Itulah salah satu cara Ki Drajat dalam melestarikan bahasa peninggalan Prabu Siliwangi. Ia mennjelaskan, secara umum, memainkan wayang bambu sama seperti wayang golek. Hanya media yang digunakannya berbeda. “Kalau wayang golek dari kayu yang dipahat. Sedangkan, wayang bambu lebih rumit karena harus menyambung bambu untuk membentuk karakter wayang tertentu,” ungkapnya.

Ki Drajat Iskandar pria kelahiran 76 ini adalah tokoh yang mempelopori wayang bambu yang merupakan kreasinya sendiri di Kota Bogor. Wayang bambu ini ia temukan pada tahun 2000, walaupun sebelumnya sudah ada berbagai macam wayang. Sebagai Orang asli sunda dari Bogor, patut untuk ia memberikan suatu karya yang inovatif dan bermanfaat untuk Kota Bogor. Dengan Visi dan misi melestarikan budaya sunda yang saat ini sudah mulai terlupakan seiring perkembangan zaman, apalagi dikalangan remaja dan juga untuk memberikan pecerahan melalui pagelaran wayang bambu ini dengan memberikan ilmu yang bermanfaat dalam setiap pertunjukanya.

Ki Drajat juga memberikan harapan untuk seniman dan seniwati Indonesia Buatlah karya yang inovatif, yang beda dengan karya orang lain.

“Kita ini seniman, harus ada pembeda yang mencirikan karya kita” Ungkapnya. Ia juga menambahkan Pemerintah lebih peka terhadap seniman seniwati yang melestarikan budaya yang ada di Indonesia. “Kendala no1 di biaya permodalan, kami tidak ada tuntutan untuk biaya, karena kami menikmati dan mensyukuri apa yang ada,” tegas Ki Drajat ketika ditemui di rumahnya belum lama ini.

 

Share This: