Webseries ” Negeri 5 Menara” Tayang di Maxstream Selama Ramadhan

_

Tayangan drama makin mendapat tempat yang luas berbagai plaform. Maxstream aplikasi video milik Telkomsel, akan menayangkan webseries “Negeri 5 Menara” pada Ramadhan tahun ini. 

Webseries Negeri 5 Menara merupakan sebuah tayangan drama yang dibuat oleh PT E-Motion dan PT Melon Indonesia, diangkat dari novel bestseller karya Anwar Fuadi, dan disutradarai oleh Reka Wijaya.

Menurut produser Arnold J Lismanax dan Avesina Soebli dari E-Motion, tayangan ini akan disiapkan untuk mengisi bulan Ramadhan yang akan datang.
Seperti novelnya, webseries ini juga akan menggambarkan kehidupan di pesantren.

“Pada bulan Ramadhan nanti kan banyak pelajar libur atau mengurangi kegiatan belajarnya. Begitu juga para santri di pesantren. Kami harap tayangan ini bisa mengisi hari-hari mereka,” kata Aves Menara di Kopinette, Gedung E-motion, Jl Blora no 5, Jakarta Pusat, Jum’at (8/3/2019).

Presiden Direktur PT Melon Indonesia Dedi Suherman memaparkan, pihaknya menerima tawaran kerjasama dari E-Motion karena “Negeri 5 Menara” merupakan sebuah cerita yang bagus.

“Kita memerlukan cerita-cerita yang bagus dari dalam negeri. Maka ketika Pak Arnlod dari E-Motion datang, saya menyambutnya dengan gembira. Kami setuju untuk bekerjasama,” kata Dedi.

“Negeri 5 Menara dibintangi oleh Donny Damara, Jenifer Coppen, Endi Alfian,Syafira Haddad, Chand Calvin, Tri Yudiman, Damara Finch, Frandika, Ajil Dito, Diffa Ryansah, Naufal Aazhar.

Dalam novelnya dikisahkan seorang anak lelaki bernama Alif yang baru saja lulus SMP di Maninjau. Bersama sahabatnya Randai, Alif ingin melanjutkan SMA di kota Bandung dan kemudian masuk ke Kampus idamannya, ITB. Namun mimpi tinggal mimpi ketika Amaknya menginginkan Alif untuk masuk ke Pondok Madani, sebuah pesantren di sudut Ponorogo, jawa Timur. Pada awalnya Alif tidak mau, akhirnya Alif memenuhi pinta orang tuanya, walau dengan setengah hati.

Saat Alif tiba di Pondok Madani bersama Ayah (David Chalik), hatinya makin remuk. Tempat itu benar-benar makin ‘kampungan’ dan mirip penjara di matanya. Ditambah lagi dengan keharusan mundur setahun untuk kelas adaptasi. Alif menguatkan hati untuk mencoba menjalankan setidaknya tahun pertama di Pondok Madani ini.

Awalnya, Alif lebih sering menyendiri. Namun, seiring berjalannya waktu, Alif mulai bersahabat dengan teman-teman satu kamarnya, Mereka berenam selalu berkumpul di menara masjid dan menamakan diri mereka Sahibul Menara alias para pemilik menara.

Share This: