Widyawati Sesali Film “Ambu” Hanya Bisa Beredar di Jawa Barat

_

Aktris senior Widyawati,

Kamis (16/1/2020) menerima award Aktris Pembantu Terbaik FFAP ke-59 di Macau yang menjadi haknya, dari pengurus Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI).

Award diserahkan oleh Ketua PPFI H. Deddy Mizwar di Preview Room Sinematek Indonesia disaksikan oleh seluruh Pengurus PPFI, penulis skenario Titin Wattimena dan undangan lainnya.

Dari PPFI nampak hadir Ketua dan anggota DPO PPFI HM. Firman Bintang, Harry Simon dan Adisurya Abdy. Sedangkan dari pengurus PPFI selain Deddy Mizwar, hadir pula Sekjen PPFI Zairin Zain, Ketua Bidang Peredaran Manoj Punjabi dan Ketua Bidang Organisasi Wina Armada Sukardi.

Selain untuk Widyawati, PPFI juga menyerahkan award lainnya untuk film “Kucumbu Tubuh Indahku” yang meraih award Cerita Asli Terbaik FFAP Macau. Award diterima oleh aktor Teuku Rifnu Wikana, yang mewakili.

Widyawati menerima award FFAP Macau di Jakarta karena tidak berangkat ke Macau. Menurut artis kelahiran Jakarta, 12 Juli 1950 ini, dirinya cukup senang. Apalagi ini merupakan award keduanya yang diterima dari FFAP setelah meraih predikat yang sama melalui film “Perempuan Berkalung Sorban” (2010).

Namun yang membuatnya masih kurang puas sampai saat ini adalah, film “Ambu” yang dibintanginya hanya bisa beredar di Jawa Barat, karena pihak bioskop yang mengatur peredaran berkilah, film tersebut menggunakan bahasa Sunda. Alhasil film tersebut hanya meraih 47.000 penonton.

“Film Amerika yang pakai bahasa Inggris kok bisa, mengapa film yang mengangkat budaya masyarakat lokal di Indonesia sendiri kok tidak bisa? Kan ada teks, terjemahan? Itulah mengapa saya merasa masih kurang puas sampai saat ini,” kata isteri almarhum Sophan Sophiaan ini.

Film “Ambu” mengambil latar belakang masyarakat Baduy, salah satu sub etnis Sunda yang sampai saat ini masih mempertahankan adat leluhurnya. Dalam film itu Widyawati bermain bersama artis Laudya Cynthia Bella.

Menanggapi keluhan Widyawati, Ketua Umum PPFI Deddy Mizwar berjanji akan membawa masalah tersebut sebagai salah satu persoalan yang akan dibicarakan dengan pemerintah.

Menurut Deddy Mizwar hal penting yang perlu ditangani serius oleh pemerintah adalah masalah peredaran.

Share This: