Wirawan Mengaku Mundur dari Konsorsium Proyek e-KTP

_

Presdir PT Avidech Sentra Enterprise, Wirawan Tansil, mengaku mundur dari konsorsium PT Murakabi setelah melihat adanya potensi kegagalan yang tinggi dalam proyek e-KTP. Alasan lain pengundurkan dirinya karena PT Murabi merupakan milik salah satu pemilik petinggi DPR.

Hal itu disampaikan Wirawan, menjawab pertanyaan JPU KPK, Abdul Basir.

“Mengapa mengundurkan diri,” tanya JPU

“Saya prinsipnya enggak mau ikut, karena saya lihat situasi, apa yang dilakukan itu sepertinya resiko kegagalan sangat tinggi,” jawab Wirawan.

“Apa ini disebabkan Murakabi ini adalah milik salah satu petinggi di DPR?,” Tanya JPU.

“Ya isunya begitu juga,” Jawab Wirawan.

Informasi kepemilikan tersebut pun diakuinya didapatkan dari Johannes Tan, yang merupakan direktur PT Java Trade. Johannes pula yang menganjurkan agar Wirawan mundur.

“Isunya Murakabi milik salah satu petinggi DPR, Johanes Tan bilang gitu. Johanes sebut itu perusahaan ada hubungan dengan Setya Novanto. Saya lihat caranya enggak bener deh,” bebernya.

Dalam surat dakwaan Irman dam Sugiharto, Setya Novanto diduga turut bersama-sama terlibat dalam proyek e-KTP. Dari proyek senilai Rp 5.9 Triliun itu, Novanto disebut menerima Rp 574 Miliar atau 11 persen dari nilai kontrak.

Akan tetapi Novanto menampik isi dakwaan. Setnov membantah pernah berkomunikasi dengan siapapun, guna membahas proyek yang merugikan negara Rp 2.3 Triliun.  Termasuk bantahannya menerima sejumlah aliran dana.

Share This: